Bisnis di Beteng Trade Center. Kerja ndlosor, hasil direktur

Jika kita berkunjung ke Beteng trade center (BTC) akhir-akhir ini maka akan kita temukan pemadangan banyaknya pengunjung duduk lesehan ditangga, selasar bahkan sela-sela toko. Mereka terdiri dari bebagai macam usia dan asal, namun ada kesamaannya, sibuk mengutak-atik ponsel pintarnya disertai setumpuk barang belanjaan. Jika kita amati lebih mendalam, bisa dipastikan setiap hari mereka berbelanja. Mereka orang kaya yang hobi belanja? Hmmm sepertinya bukan.

Beteng Trade Center adalah salah satu pusat bisnis grosir fashion di kota solo. Kelebihan dari pusat perdagangan ini adalah pilihan banyak dan harga bersaing. Inilah yang dimanfaatkan oleh beberapa pelaku bisnis online shop (olshop) untuk mencari produk untuk dijual. Pada awalnya dulu mereka harus melakukan pendekatan kepada pemilik toko untuk diperbolehkan memotret produk yang ada dan menjualkannya melalui olshop yang mereka miliki. Seiring berjalannya waktu, situasi berubah. Saat ini, pemilik tokolah yang berinisiatif menyediakan foto-foto.

Jika anda lihat banyaknya pelaku atau pemilik olshop yang berada disana, mungkin akan timbul pertanyaan apa memang sangat menguntungkan bisnis seperti itu. Dalam salah satu kesempatan saya sempat berbincang-bincang dengan mas Riswanto, salah seorang pemilik olshop dari Sragen. Menurut penuturannya dalam sehari rata-rata mampu menghasilkan keuntungan bersih sebesar 500 ribu rupiah. Jumlah yang cukup wow untuk penghasilan rata-rata orang Indonesia, apalagi ini bisa dikatakan tidak memerlukan modal besar. Bahkan sempat terlontar celetukan dari seseorang pedagang olshop, nek dadi wong solo uripe susah yo kebangeten.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *