Riding ke Bukit Cumbri Wonogiri

Malam minggu touring ke bukit Cumbri

Sebelumya tidak pernah ada rencana untuk ke bukit Cumbri, entah kenapa tiba tiba terlintas untuk pergi kesana. Di Grup WA DigitalPariwara (ini Grup Gawean) saya coba lontarkan dan di respon sama mas Toufik. Jadilah kitta sepakat untuk kumpul jam 2 pagi di parkiran stasiun Purwosari solo. Jarak dari solo ke bukit cumbri kira-kira 90 kilometer. Karena kami belum tahu persis tempatnya maka perjalanan ali ingi 100 persen mengandalkan Google maps.

Perjalannya sendiri dari kota Solo sampai Wonogiri tidak ada gangguan. Jalan lurus, halus sehingga dengan cepat kami tiba di wonogiri. Sesampai di wonogiri kami ambil jalan ke kiri menuju arah kabupaten ponorogo. Selepas kota wonogiri jalan yang tadinya lurus mulai menjadi berkelok-kelok disertai dengan tanjakan maupun turunan. Jika kami sudah hapal dan melintasinya di saat terang, rute seperti ini tentunya sangat menyenangkan. Karena ini pertama kali kami melitasi dan dalam kondisi gelap jadilah kecepatan motor hanya berkisar 40 km/jam.

Selepas subuh kami tiba di gapura perbatasan jawa tengah-jawa timur. Dimana menurut Google maps tetapt sebelum gapura kami harus berbelok kekiri.

Jalan yang kami lalui disini adalah jalan kampung yang cukup halus, hanya saja memiliki keterjalan yang cukup curam. sebelah beberap saat kami mengikuti petunjuk dari smartphone, tibalah kami di pelataran warung yang tampaknya merupakan lokasi parkir bagi pengunjung. Parkiran disini buka 24 jam sehingga bagi pemburu sunrise dapat dengan mudah meninggalkan kendaraan baik motor maupun mobil dilokasi parkir.

Dari lokasi parkir untuk menuju puncak bukit cumbri memerlukan perjalan mendaki kira-kira 30 menit. Tidak terlalu sulit bahkan bagi orang yang jarang mendaki sekalipun.

Setiba di puncak, ternyata sudah ada beberapa rombongan yang memilih berkemah sejak malam sebelumnya. Ya dilokasi ini memang dimungkinkan untuk pengunjung berkemah.

Blusak-blusuk kesana kemari akhirnya kami mememukan spot yang kami anggap terbaik. Kebetulan ada rombongan anak sekolah yang berkemah. jadilah mereka kami minta untuk menjadi model hehehe.

Secara keseluruhan pemandangan dilokasi ini sangat menarik. Sebuah puncak batuan dengan latar belakang perbukitan membuat lokasi ini sering disebut sebagai replikanya perbuitan di raja ampat walau tidak ada lautnya.

Menurut info dari mas-mas penjaga warung, kondisi terbaik untuk hunting foto landscape disini adalah bulan-bulan setelah musim hujan. Antara bulan maret-april.

Secara keseluruhan saya puas dengan perjalanan dan lokasi hunting foto disini. Rencananya, sekitar bulan maret nanti mau di coba lagi hehehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *